Entri Populer
-
“kring....kring......” bunyi alarem yang superkencang memaksa Tania seorang siswi yang masih duduk di bangku kelas X SMA Nusantara untuk se...
-
Author : Prata Par Waldati Ielda Bariroh Genre : Gaje Cast : Marella Azurin (Aril) N...
Kamis, 12 Januari 2012
Girl's Detective (Pencarian di Pulau Dewata)
Author : Prata Par
Waldati Ielda Bariroh
Genre : Gaje
Cast : Marella Azurin (Aril)
Nandita Tania (Tania)
Semua Member SM*SH
Markas detektif~
Pagi hari~
"tan.. Liat ini deh" teriak Aril mengagetkan Tania dengan keadaan yg masih melototi layar notebook kecilnya.
Saat itu Tania sedang asyik dengan majalah barunya.
"apaan" jawab Tania yg terlihat tidak bersemangat untuk melihat apa yg di perlihatkan sahabatnya, Aril.
"gue bacakan ya.. Ehem..ehem..
Berita terhangat. Saat ini dunia entertainmen Indonesia telah menemukan 7 laki-laki yg berbakat. Dari bernyanyi, menari, sampai beradu akting. Mereka tergabung dalam sebuah grup boyband yaitu SM*SH. Dalam waktu singkat mereka telah mendapatkan beribu-ribu penggemar yg mereka namai Smashblast. Gimana Tan ? Lo kepikiran sesuatu gak?" dengan lantangnya Aril membaca berita itu.
"apa, lo mau kalau gue kepikiran kalau kita akan menyelidiki mereka gitu ?" tebak Tania yg masih melihat-lihat majalahnya dan sesekali melirik ke arah Aril.
Aril menjentikan jarinya.
"betul, pinter juga lo Tan. Gimana ? Lo mau gak ?" tanya Aril yg terlihat bersemangat.
Tania pun menutup majalahnya dan bangkit dari tempat duduknya. Diapun berjalan mendekati Aril.
"itu ya 7 cowok yg berbakat itu ?" tanyanya sambil menunjuk foto 7 cowok yg terpampang jelas di layar notebook milik Aril.
"he eh.. Gimana ? Lo tertarik gak ?"
"bisa..bisa.. Mereka lumayan keren kok. Tapi tunggu, kenapa lo berinisiatif seperti itu ? Apa alasannya ?" tanya Tania menggebu-gebu.
"baca ini" tunjuk Aril memperlihatkan tulisan yg bercetak tebal.
"dalam memuaskan para Smasblast. Kami sebagai redaktor, meminta maaf karena tidak memberikan berita yg di inginkan tentang latar belakang para Member SM*SH. Oh.. Yayaya.. Tau tau.. Baiklah, gue juga penasaran kok" Tania semakin tertarik dengan tawaran Aril.
Tomorrow afternoon~
Mereka berdua mendapatkan kabar bahwa para member dari SM*SH akan konser di kota Denpasar, Bali.
“Aril kamu udah tau belon kalo mereka, 7 cowok itu apa namanya,,,?? Aku lupa apa sih..??”
“Siapa sih ? oh yang itu toh, yang namanya mirip nama motor itu lo, gimana sih masak baru kemaren di omongin udah lupa”
“Oh iya,lupa aku Cemes yah..??”
“Bukan tau, SM*SH. Jangan samain S dan C dong kebiasaan buruk”
“Huh... iya deh iya SM*SH iya kan?” Tanya Tania tak berdosa.
“Memangnya ada apa...??”
“Menurut berita yang aku dapet nih di majalah ini. Mereka bakalan ngadain konser di Denpasar, gimana kita mulai dari konser itu aja??”
“Em... bisa-bisa tapi gimana caranya kita masuk ke konser itu? Emangnya lo punya uang buat nonton?? Buat kesana aja memerlukan biaya”
“Alah gampang itu......”
Tomorrow morning~
“Waduh lo gak salah cari tumpangan?? Beneran nih mau naik ini? Wah mulai rada-rada lo ya??” sambil berusaha menutupi hidungnya
“Mau naik apa lagi coba?? Kita udah enak naik ini dari pada gak ada tumpangan, lo mau jalan kaki??”
“Tapi gak gini juga kali, masak naik truk pengangkut sapi gini..?” kata Aril yang masih berusaha menutupi hidungnya.
Tanpa mereka duga seekor sapi yang berada di depan mereka “PUP” dan mengenai celana mereka berdua (sial banget mereka red.)
“Woy gila nih sapi,wah ngajak berantem lo,sini gue bikin sate sapi khas Aril!!” Omel Aril ke sapi itu.
“MOOOOOO” Suara sapi menyaut.
“Dasar lo sapi gendut,tengil, bau lagi huh... lo sih tan, masak ya naik beginian lihat nih celana gue jadi kotor mana gak bawa baju ganti lagi”
“Alah nikmati aja hidup ini, syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Begitulah kata D’Nasip” Kata Tania dengan entengnya.
Depan gedung tempat konser~
“gimana nih kita masuknya..??” tanya Aril sambil berusaha menyemprotkan parfum ke seluruh badannya.
“Sini ikut gue,”
Merekapun keluar dari suatu ruangan sudah memakai seragam layaknya office girl.
“Seragam apaan ini Tan? gak jelas gini, pake masker segala lagi” tanya Aril sambil memandangi seragam yang di pakainya.
“Udah deh, ikut gue aja gak usah banyak tanya” jawab Tania enteng.
Taniapun mengajak Aril ke sebuah ruangan yang sepertinya ruangan khusus bos.
“Tan, ini ruangan apaan..? kok kesannya gelamor gini?” matanya sambil mengelilingi seluruh ruangan.
“Ini ruangan bos”
“Hah..? Bos? Bos apaan? Terus mana Bosnya..?”
“Itu yang duduk di kursi itu..?” tunjuk Tania.
“Ah masak? kayak gitu di bilang bos ? udah ayak sapi tadi, bencong lagi.rempong bok” sambil memeragakan layaknya seorag banci.
“Hus kedengeran tuh, nah lo bosnya melotot”
“ada apa kalian ke sini..??” tanya bos itu dengan suara yang agak seikit di besarkan.
“loh..?? banci ko suaranya gede..??” teriak Aril tiba-tiba. Taniapun menyubit paha Aril.
“Aw..apaan sih Tan.. gue itu ngomong jujur”
“Ehem.. ehem.. ada apa kalian kemari..??” tanya bos itu dengan suara aslinya.
“loh..loh.. kok berubah..??” teriak Aril lagi.
“gini bos.. kami mau mengajukan diri untuk ikut ambil bagian dalam pembukaan konser yang akan di laksanakan nanti malam. Gimana bos..??” suara Tania memelas ke bos itu.
“boleh ya bos.. BOLEH..BOLEH..BOLEH..” teriak Aril.
“Eeh..boleh..eh.. boleh” saut bos latah.
“Hore....” teriak mereka berdua berbarengan.
“Loh..loh..loh..?? Siapa yang ngebolehin..??”
“Lha tadi kan bos yang bilang boleh” saut Aril.
“Iya tadi bilang boleh gimana sih??”
“Loh siapa yang bilang boleh..??”
“Nah itu baru bilang boleh, gimana sih??” saut Tania.
“Oh iyaya barusan saya yang bilang” sambil garuk-garuk kepala.
“Okey bos makasih ya hahaha...” saut mereka berdua,merekapun melenggang pergi.
“Emang saya bilang boleh ya..?? Ah tau ah gelap” suara bos itu yang terdengar dari luar.
“Dasar bos bodoh, kena aja di kerjain,orang kayak gitu di jadikan bos rugi berapa juta nih perusahaan??” kata Aril
“Udah lah yang penting kita bisa masuk ke konser itu”
Di Belakang panggung sebelum konser di mulai ~
“Nah kita pake kostum apaan nih..??” Tanya Aril.
“Udah lah seadanya aja, itu ada kostum pakek itu aja” Saut Tania.
“Nah sebagai pembukaanya mari kita tampilkan peragaan busana khas Bali” suara MC yang terdengar dari semua sisi ruangan itu.
“Ayo jalan...jalan sana” suara kru memanggil.
Diatas panggung mereka berdua menjadi bahan tertawaan. Karena ternyata mereka memakai kostum yang salah.
“Woy Tan,gila lo masak gue pakek kostum Apel sih??”
“Alah gak apa-apa gue pakek kostum Jeruk malahan. Udah lah nikmatin aja” jawab Tania pasrah.
Diatas panggung mereka menjadi bahan tertawaan semua penonton yang ada di dalam gedung itu.
“Apa-apaan mereka bikin konser ini jadi lelucon ya??” ucap Ilham sambil berdecak
“Tapi mereka berdua lucu kok. Hahaha...”Saut Rafael.
“Udah yuk kita naik udah di panggil MC tuh..” kata Morgan.
Di Atas Panggung~
“Eh.. bentar deh kok ada yang kurang..? siapa ya..?” tanya MC
“Em.. Dicky,Dicky masih ada kepentingan sama keluarganya jadi dia gak bisa ikut” saut Bisma gugup.
Akhirnya konserpun berjalan tanpa kehadiran Dicky. Kemana perginya Dicky...??
Di Belakang panggung setelah konser~
Aril dan Tania akhirnya bisa masuk ke ruang ganti member SM*SH. Member SM*SH terkejut saat mereka berdua sudah ada di dalam.
“Woy ngapain kalian di sini??” Tanya Rangga terkejut.
“Emh... kita di sini.. em.. kita salah masuk ruangan” saut Aril gugup.
“Eh bentar deh,kalian kok Cuma ber6?? Satunya lagi mana..?” Tanya Tania ke semua member SM*SH.
“Iya yang satunya lagi mana kok gak ada??” tanya Aril.
“Dia lagi ada kepentingan keluarga” saut Bisma
“Ah masak? perasaan tadi kami lihat kalian ber7 deh?” tanya Tania mengintrogasi.
“Iya kemana satu lagi?? Wah ada kerjaan baru nih” saut Aril.
“Hah kerjaan apaan??” Tanya Reza.
“Kamikan detektif, jadi ini udah kerjaan kami. Sebenarnyasih kami berdua ke sini untuk menyelidiki tentang kalian,eh berhubung salah satu personil hilang kami menyelidiki masalah itu aja” terang Aril.
“Ah emang kalian bisa apa??” ledek Ilham.
“Hih dasar anak kecil gak usah ikut ngomong deh, kami mau tanya yang lebih dewasa aja” saut Aril sewot.
Setelah mereka mengintrogasi para member,merekapun akhirnya menemukan petunjuk-petunjuk tentang hilangnya Dicky yang masuk akal. Menurut warga sekitar mereka mengenali ciri-ciri Dicky yang tadi berkeliaran di seberang sungai yang ada di dekat desa. Dicky bersama 2 orang bertubuh kekar yang mengerikan.
Setelah berada di dekat sungai, salah satu diantara member SM*SH menemukan sepatu Dicky yang hanyut di sungai tersebut. Taniapun memotret sepatu temuan itu yang di perkirakan milik Dicky. Akhirnya merekapun memutuskan mencari Dicky di sekitar sungai. Karna terkejut mendengar suara anjing menggonggong Ilham secara reflek meloncat dan menabrak Aril dan Tania,alhasil mereka berdua tercebur ke sungai.karna tidak bisa berenang mereka berduapun panik.
Akhirnya mereka berdua dapat di selamatkan oleh Rafael yang memang jago berenang. Setelah sampai di bibir sungai mereka berdua kedinginan karna baju mereka basah dan angin malam mulai berhembus sangat dingin. Berhubung Tania dan Aril tidak membawa baju ganti merekapun kedinginan.
“Huh, dingin banget sih mana udah jam 1 pagi lagi huh...” kata Aril menggerutu sambil menggigil kedinginan. Tiba-tiba sepasang baju ganti melayang ke arah Aril. “Oh tuhan terimakasih karna kau telah menurunkan baju ganti hambamu yang tersiksa ini” sambil menengadahkan kedua tangannya.
“Gue bukan tuhan gue Ilham tau” saut Ilham tiba-tiba yang mengagetkan Aril.
“Hah ini baju punya lo, nih ambil gak jadi, ogah gue pakek baju loe” saut Aril sewot.
“Ye masih mending di pinjamin dari pada gak”
“Udah deh jangan bertengkar mulu,eh apel pakek ini aja jaket gue” saut Rafael menengahi pertengkaran mereka berdua.
“Enak aja Apel gue punya nama tau A-R-I-L ARIL”
“Abis lo tadi pake kostum apel sih,jadi panggil gitu aja”
“Nah gue pakek apa..??” saut Tania.
“Loe pakek ini aja, baju ganti gue” saut Bisma sambil melempar sepasang bajunya.
“Ups... Makasih” Kata Tania sambil menangkap baju itu.
“Lho masak gue Cuma pakek jaket??” tanya Aril.
“Nah ini mau gue pinjemin,malah loe gak mau ya udah gue masukin lagi aja. Lagian yang bawa baju ganti Cuma kita bertiga”
“Eh.. tunggu, iya deh gue pinjem baju loe dengan terpaksa”
Dan setelah mereka berdua berganti baju di semak-semak, mereka mendengar gonggongan anjing lagi. Dan secara reflek mereka berteriak dan meloncat keluar dari semak-semak itu. Tanpa di sengaja Aril memeluk Ilham karna dia yang paling dekat dengan posisi Aril saat itu.
“Eh apa lo peluk-peluk gue?” tanya Ilham sewot sambil melepaskan pelukan dari Aril.
“Ape lo anak kecil, emang gue niat peluk lo. Mana rasa hormat lo sama orang yang lebih tua??”
“Udah deh jangan bertengkar mulu kapan nyari dickynya??” Rafael menengahi mereka lagi “ Udah apel sini sama gue aja” sambil menarik tangan Aril dan masuk ke dalam pelukannya.
“wek...wek..wek..” sambil menjulurkan lidahnya ke Ilham.
“Huh..” dengus ilham.
Mereka berdelapanpun memutuskan untuk beristirahat dahulu. Karna hawa terlalu dingin merekapun saling merapat satu sama lain. Tania berdekatan dengan Bisma dan Aril berdekatan dengan Rafael.
Pagipun datang sekitar jam 4.30 keadaan sudah mulai terang, walau cuaca sedingin Es. Merekapun melanjutkan perjalanannya, dengan keadaan masih berpasangan.tak sengaja mereka melihat Dicky yang sedang menggendong anjing kecilnya dengan wajah linglung tidak tau arah. Pakaiannyapun sudah mulai kotor terkena debu dan lumpur, wajahnyapun tidak karuan. Dan hanya memakai satu sepatupula wah sangat tragis nasib Dicky.
“Eh Itu Dicky tuh..” Ucap Reza tiba-tiba sambil menunjuk ke arah Dicky.
“Hah mana-mana...??” Saut Morgan antusias
“Itu low di sana samperin yuk” kata Bisma.
Merekapun berlari menuju ke arah Dicky, sialnya Tania dan Aril tertinggal di belakang dan terjerembab. Alhasil mereka jatuh tersungkur di tanah.mereka berdua berteriak namun tak ada yang menghiraukan karna sibuk dengan Dicky. Tania dan Arilpun berdiri sendiri dan melangkah ke arah member SM*SH.
“Dicky HP loe gak apa-apa kan..? gak ada yang rusak kan??” Tanya Rangga
“Terus Celana loe gak robek kan..?” Tanya Reza
“Terus..terus Earphone lo gak rusak kan ? masih bisa di pakek kan??” tanya Bisma menimpali.
“Ini anjing lo gak sakit kan?? Aduh kasian ni anjing” Tanya Rafael sambil mengelus anjing itu.
“Eh... dompet..dompet.. dompet lo gimana masih utuhkan isinya??” Tanya Ilham
“Wah rambut loe acak-acakan nih” tanya Morgan. Dicky hanya cemberut.
Tania dan Aril datang.
“Aduh gimana sih kita minta tolong gak ada yang bantuin” Ucap Tania sambil memegang kakinya yang sakit.
“Iya gimana sih..?!!” Saut Aril. Tapi member SM*SH tidak menggubrisnya.
“Eh gimana keadaan loe Dicky??” Tanya Tania,
“Ada yang sakit gak?? Gue bawa P3K nih..” saut Aril.
“Oh tuhan makasih ternyata ada juga yang merhatiin gue tidak seperti teman-temanku ini yang hanya mikirin barangku” Ucap dicky sambil menengadahkan tangannya. “Makasih ya, gue gak kenapa-kenapa kok. Cuma kedinginan aja” saut Dicky.
“Oh ini pakek jaket biyar gak dingin” ucap Aril sambil menodongkan jaket Rafael yang dipakainya.
“Hehehe ya maaf bro kita kan juga peduli sama barang-barang lo” ucap Morgan.
“Iya deh iya, makasih udah nyariin gue” Ucap Dicky.
“Eh ini sepatu lo yang satunya lagi” saut Morgan.
“Alhamdulillah sepatu gue ketemu juga”
“Eh loe kok bisa lolos dari penjahat bertubuh kekar itu sih??” tanya Bisma.
“Ha orang bertubuh kekar?? Maksut lo pengawal gue tadi??”
“Hah pengawal...? bukannya mereka yang culik loe ya??” tanya Rafael.
“Enggak mereka itu pengawal gue yang gue suruh nyariin si Moci yang ilang”
“Hah jadi loe gak di culik??” saut mereka serempak.
“Enggak,kata siapa gue di culik,orang gue cari Moci yang ilang kok.” Saut Dicky memperlihatkan behelnya.
THE END
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

aku pernah baca ini di facebook kalian....
BalasHapuskereeennn... :D